Minggu, 29 Mei 2011

Khun345 part 4 (cerpen)

sebelumnya :
part 1
part 2
part 3

Aku datang di restaurant pukul 8 lewat 50. Berarti aku lebih cepat 10 menit dari waktu yang dijanjikan. Aku segera memesan bangku no. 13. Bangku ini berada di ujung balkon vie lautnya terasa sekali. Karna masih pagi liburan anak sekolah seperti sekarang, sangatlah sepi. Sembari menunggu Khun, aku membaca menu yang tersedia.
Selusin mawar tiba-tiba berada didepan ku, dan Jenar duduk satu meja denganku. Detak jantungku tidak karuan, mengapa Jenar? Apa yang dia lakukan disini?
“hai Jen, nunggu seseorang juga? Hmm.. ini bunga lo?” ucapku dengan gugup.
“hai.. sorry siapa nama lo?”
“Ghina, inget waktu itu kita foto bareng di Pensi?”
“hmm.. gue lupa. Hehe, abisnya banyak sih yang gue ajak foto waktu itu.”
“ohh..” gumamku. aku sangat sakit hati mendengar ucapannya, aku fikir lebih baik jika aku pergi saja. Jenar, mengapa kamu begitu ketus?
..eh iya, lo mau di meja ini? Gue pindah meja ya?” sambungku.
“iya gue mau di meja ini, gue janjian sama cewek di meja no. 13”
“oh ya? Kebetulan banget, sama.. yauda gue ngalah aja..have fun jen”
“ghin… maksud gue, gue janjian sama Ghina cutez. Haha”
“maksud lo? Eh, bentar gue telfon temen gue dulu dia suka banget telat”
“oke.”

Tiba-tiba handphone Jenar yang ada di meja bergetar dan menunjukkan itu nomorku. Aku bingung ingin berbuat apa. Aku rasa aku akan membunuh diriku sendiri jika aku ada di atas tebing. Aku deg-degan, apa yang harus aku katakan? Khun yang selama ini tempat aku curhat tentang Jenar adalah Jenar itu sendiri?
“Ghin, lo bisa duduk bentar?”
“apa lo bilang? Duduk? Gimana gue bisa duduk ngeliat kejadian ini? Khun…? Itu elo? Semua perasaan gue tentang lo, gue kasih tau ke Khun, gue share everything dengan Khun. Dan Khun itu adalah lo? Lo gak pernah tau kan cuman ngeliat Jenar ngebuat dunia berenti bagi gue. Dan lo adalah khun? Lo mau ngebuat gue mati?! Maksud lo apa sih pura2 jadi Khun? Maksud lo apa?!” amarahku keluar disertai tangis.

Khun berdiri, dan mengacak-acak rambutku, tatapan matanya sungguh seperti oasis di gurun sahara. Bibirnya seperti madu di lading gandum, semuanya begitu sempurna saat ini.
“I love you too, Ghina Dewi Kusuma.”

Sabtu, 28 Mei 2011

TAEYEON vs ME !

good evening blog walking sekalian....
guys, akhir2 ini, gue sering disebut sebut mirp sama si Taeyeon. ntah lah menurut gue sih gue gak mirip sama taeyeon.
berawal dari temen2 kelas laen yang suka bilang, "ih ijul mirip taeyeon"
gue bilng "siape tuh taeyeon?"
"itu loh, penyanyi korea, SNSD"
"oh artis ya. wah asik gue mirip artis, cantik dong.. "
"dia suaranya paling bagus tau jul"
"wah asik suara gue paling bgus"
temen-temen gue memasang muka yang kalo di emote sms : -____________-

terus semenjak hari itu, gue dieskolah di panggil taeyeon deh sama anak2 ips vkckckckc..
yang paling chaos tu, hari jumat kemaren2 itu, kan agi senam seluruh anak kelas 11, nah gue dateng telat lah jam 8 gue baru dateng. cacad banget si ivan ngejerit manggil gue taeyeon kuat banget mana suara dia kayak toa gitu. huawhahahkakakkakaka...

kamaren gue tanya sama ade gue, gue mirip gak sama si taeyeon dengan nunjukkin fotonya si taeyeon itu..
dan ekspressi adek gue kaget shocked yang tadi mukanya penasaran jadi kayak ngeliat tikus di panggang. gini skenarionya :

(latar mobil)
gue : *ngutak ngatik hape nyari foto taeyeon* din gue mirip gak sama ni orang?
adek gue : *speechless sampe ngejauhin muka dia dari gue tapi mata tetep ke hape gue* (kemudian udin berkata) lo udah gila? ya gak mirip lah! *sambil ngeliatin muka gue*

dan selanjutnya gue confess ke temen sebangku gue.
gini skenarionya ..

(latar lagi di kelas, pagi hari)
gue : mpok, gue mirip gak sih sama taeyeon?
mpok: siapa deh taeyeon, fb aja gue gak punya.
gue : nih liat fotonya.
mpok: (ngeliatin muka gue dengan muka taeyeon di hape dengan seksama ampe setengah jam) kegnya gak mirip deh jul, eh eh mirip dikit matanya...

dan selanjutnya gue beralih bertanya ke temen2 gue satunya di kelas,
mampi, deras : wah ijul mirip matanya .. sipit!
gue dalem hati : kalo cuman mirip sipitnya, semua orang sipit mirip gue sama taeyeon dong??????????? -____________-

dan selanjutnya gue pasang Display Picture BBM di BlackBerry gue sambil masang Personal Message di BBM : apa yang membuat gue mirip dengan orang ini?

dan temen gue di klas yang lagi sibuk ngutak ngatik bbnya ngmg
anin : wah ijul, yang di dp lo mirip banget sama lo *dengan mata berbinar*

Nah begitulah kira2 cerita dari saya tentang kemiripan saya dengan Taeyeon, menurut gue sih gak mirip. Why? karna BEDA B G T A B I E Z gila lowh.
tapi gue seneng juga di bilangin mirip artis, wkwkkw...




Taeyeon SNSD (plagiat muka gue :p)



Poto Gue paling cantik yang skrg jadi pp di fb.

menurut kalian gue mirip kagak?



Sabtu, 21 Mei 2011

Conversation of Faith

=================================================


An Atheist Professor of Philosophy was speaking to …his Class on the Problem Science has

with GOD, the ALMIGHTY. He asked one of his New Christian Students to stand and …

Professor : You are a Christian, aren’t you, son ?

Student : Yes, sir.

Professor: So, you Believe in GOD ?

Student : Absolutely, sir.

Professor: Is GOD Good ?

Student : Sure.

Professor: Is GOD ALL - POWERFUL ?

Student : Yes.

Professor: My Brother died of Cancer even though he Prayed to GOD to Heal him.

Most of us would attempt to help others who are ill.

But GOD didn’t. How is this GOD good then? Hmm?

(Student was silent )

Professor: You can’t answer, can you ? Let’s start again, Young Fella.

Is GOD Good?

Student : Yes.

Professor: Is Satan good ?

Student : No.

Professor: Where does Satan come from ?

Student : From … GOD …

Professor: That’s right. Tell me son, is there evil in this World?

Student : Yes.

Professor: Evil is everywhere, isn’t it ? And GOD did make everything. Correct?

Student : Yes.

Professor: So who created evil ?

(Student did not answer)

Professor: Is there Sickness? Immorality? Hatred? Ugliness?

All these terrible things exist in the World, don’t they?

Student : Yes, sir.

Professor: So, who Created them ?

(Student had no answer)

Professor: Science says you have 5 Senses you use to Identify and Observe the World around you.

Tell me, son … Have you ever Seen GOD?

Student : No, sir.

Professor: Tell us if you have ever Heard your GOD?

Student : No , sir.

Professor: Have you ever Felt your GOD, Tasted your GOD, Smelt your GOD?

Have you ever had any Sensory Perception of GOD for that matter?

Student : No, sir. I’m afraid I haven’t.

Professor: Yet you still Believe in HIM?

Student : Yes.

Professor : According to Empirical, Testable, Demonstrable Protocol,

Science says your GOD doesn’t exist. What do you say to that, son?

Student : Nothing. I only have my Faith.

Professor: Yes,Faith. And that is the Problem Science has.

Student : Professor, is there such a thing as Heat?

Professor: Yes.

Student : And is there such a thing as Cold?

Professor: Yes.

Student : No, sir. There isn’t.

(The Lecture Theatre became very quiet with this turn of events )

Student : Sir, you can have Lots of Heat, even More Heat, Superheat, Mega Heat, White Heat,

a Little Heat or No Heat.

But we don’t have anything called Cold.

We can hit 458 Degrees below Zero which is No Heat, but we can’t go any further after that.

There is no such thing as Cold.

Cold is only a Word we use to describe the Absence of Heat.

We cannot Measure Cold.

Heat is Energy.

Cold is Not the Opposite of Heat, sir, just the Absence of it.

(There was Pin-Drop Silence in the Lecture Theatre )

Student : What about Darkness, Professor? Is there such a thing as Darkness?

Professor: Yes. What is Night if there isn’t Darkness?

Student : You’re wrong again, sir.

Darkness is the Absence of Something

You can have Low Light, Normal Light, Bright Light, Flashing Light …

But if you have No Light constantly, you have nothing and its called Darkness, isn’t it?

In reality, Darkness isn’t.

If it is, were you would be able to make Darkness Darker, wouldn’t you?

Professor: So what is the point you are making, Young Man ?

Student : Sir, my point is your Philosophical Premise is flawed.

Professor: Flawed ? Can you explain how?

Student : Sir, you are working on the Premise of Duality.

You argue there is Life and then there is Death, a Good GOD and a Bad GOD.

You are viewing the Concept of GOD as something finite, something we can measure.

Sir, Science can’t even explain a Thought.

It uses Electricity and Magnetism, but has never seen, much less fully understood either one.

To view Death as the Opposite of Life is to be ignorant of the fact that

Death cannot exist as a Substantive Thing.

Death is Not the Opposite of Life: just the Absence of it.

Now tell me, Professor, do you teach your Students that they evolved from a Monkey?

Professor: If you are referring to the Natural Evolutionary Process, yes, of course, I do.

Student : Have you ever observed Evolution with your own eyes, sir?

(The Professor shook his head with a Smile, beginning to realize where the Argument was going )

Student : Since no one has ever observed the Process of Evolution at work and

Cannot even prove that this Process is an On-Going Endeavor,

Are you not teaching your Opinion, sir?

Are you not a Scientist but a Preacher?

(The Class was in Uproar )

Student : Is there anyone in the Class who has ever seen the Professor’s Brain?

(The Class broke out into Laughter )

Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor’s Brain, Felt it, touched or Smelt it? …

No one appears to have done so.

So, according to the Established Rules of Empirical, Stable, Demonstrable Protocol,

Science says that You have No Brain, sir.

With all due respect, sir, how do we then Trust your Lectures, sir?

(The Room was Silent. The Professor stared at the Student, his face unfathomable)

Professor: I guess you’ll have to take them on Faith, son.

Student : That is it sir … Exactly !

The Link between Man & GOD is FAITH.

That is all that Keeps Things Alive and Moving.

*************************************************

what do you think about this conversation above?

i guess we should have faith! because with faith our life will be more wonderful.

and for your information, that student was Albert Einstein.. :)


source : tumblr//yanilavigne

Rabu, 18 Mei 2011

FUTURE? what kind of world im gonna get?

okay! untuk ke sekian kalinya gue galau akademis!
i mean!!!!!!!!! i need someone loh buat share everything.
buat share sekolah ap ayng bagus buat gue, dan sesuain dengan ekonomi keluarga gue.
dan tentunya bagus buat prospek kerja kedepannya!
itu loh yang gue butuhn,gue gak mungkin kan kalo ngomongin tentang ini dengan orng yang gatau tentang keluarga gue!
tapi gue butuh!!!!!!!!!!!!!1 butuh tau loh mana yang perfect buat gue T.T

gini deh, gue sendiri ga tau kondisi ekonomi keluarga gue gimana.
dan gue gatau apa yang gue mau, oke bukan gatau tapi cara suapaya dapet apa yang gue mau gimana. that's it!!!!!!11

ya Allah sedih deh, im tryin to talk about this with my parents, emm my daddy especially coz i know he knows the best for me, but he ignore me!!
HELLLLLLLLLLLLLLOOOOOOOOOOOOOOO this is my future i wanna talkin about :(((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((
aaaaaaaaaaaaaaaaa im so sad!

Kamis, 05 Mei 2011

WANTTTTT!!!!




Senin, 02 Mei 2011

fashion week by Juliana Inderadjaja


Jumat, 22 April 2011

LET’S MEET IN PARIS! (cerpen)

#u na na na what’s my name

U na na na what’s my name#

Dering ring tone What’s my namenya rihanna mengalun keras dari handphone Kinan pagi itu,Kinan langsung terbangun dan melihat jam yang menunjukkan pukul 8 pagi.

“huaaaaaaaaaaaa… demi dewa Percy Jackson beneran nih udah jam 8?” Karina bangkit dari dari tidurnya seraya mengangkat telpon.

“kinaaannnnn, ini udah jam lapan, dan gue tebak lo masih ada di tempat tidur lo. Cepetan mandi!! Lo gak inget apa kita hari ini perpisahaaan????????” sambutan pagi dari Dina yang sangat paham tentang kebiasaan Kinan, sabahatnya sejak masa TK.

“iyaaaa cintaaaaaanya aku, gue udah bangun nih.. wait for me, I’ll be there soonnnnnn!”. “cepet dah rame tau.. ”.

“ iya nyonya…. Adrian udah dateng belom?”

“gak tau, gue belom ketemu dia, I just have arrived cyin. Makanya lu cepetan kesini”

“ ohh.. iya deh, gue segeraa kesana! 15 menit! Promise”

“hah?! Bullshit… just make it quick ya!”

Kinan segera mandi dan memakai kebaya yang sudah disiapkannya beberapa hari yang lalu, Kinan sangat antusias menyambut acara sekolahnya yang hanya terjadi sekali seumur hidup itu. Pesta perpisahan SMA, terdengar seperti welcome to the real life.

Moment yang sangat berharga bagi para murid SMA. Kinan membangukan kakaknya untuk membantunya menaruh sedikit make up diwajahnya, karna tak ada lagi waktu untuk berangkat ke Salon.

“ya elaaahhh Kinan…. Lo niat gak sih hadir di acara perpisahan sekolah lo, udah jam lapan kok baru bangun…yaudah gue siapin dulu alat make upnye.” ujar mba Riska, kakaknya Kinan yang paling tua ia sedikit berbakat dalam urusan make- up.

“thank youuuuuuuuuuuuuuu sistaaaaaaaaaaa” jerit Kinan dari dalam kamar mandi.

Make up yang sederhana untuk seorang Kinan sudah membuatnya tampil cantik. Kinan merupakan cewek yang menarik dalam fisik namun ia sedikit ceroboh dan malas berurusan dengan perabotan wanita. Terlihat sedikit tomboy tapi sesungguhnya dia sangat feminin dan baik.

­­----------------------------

Kinan mengecek Blackberry nya menunjukkan sudah jam 9 kurang 15 dan ada 2 BBM dari Karina dan Adrian,

Karina Cintia R : eh lu dimana… kite di fornt office lagi pada foto-foto nih. sini nimbrung!

Adrian : heh, lu dateng gak?

Kedekatan Kinan dengan Adrian sudah berlangsung sejak mereka saling kenal di SMA, Kinan menyukai Adrian karna sifat Adrian yang sangat peduli akan Kinan dia merasa memiliki Kakak cowok. Karna Kinan hanya memiliki saudara perempuan.

“haiiii cewweekkkkkkkkk…..” jerit Karina dan beberapa teman kelasnya.

“haaaaaaaaaiii untung aja ya acara perpisahan nya belom mulai”

“ya lo tau sendiri lah kelakuan orang Indonesia”

Acara perpisahan seperti biasa dimulai dengan beberapa tarian adat dan drama dari eskul theater, tapi kebanyakan murid kelas 12 tidak seberapa menghiraukan susunan acara perpisahan. Mereka mementingkan berfoto dan bercengrama dengan teman-teman. Karna mereka tidak tau sampai kapan mereka akan bertemu kembali setelah acara perpisahan ini.

Kinan membuka Blackberrynya untuk menghubungi Adrian.

*aku ingin berfoto bersama Adrian, hmmm* Gumamnya dalam hati. Ia mengirimkan bbm kepada Adrian.

Kinan W G : ad, dimana… foto yukkk.. nyumput aje.

Adrian : behind youuu, lad!

Melihat Adrian berdiri dibelakangnya Kinan merasakan euphoria yang sangat berbeda perasaan kangennya setelah beberapa minggu tidak bertemu, Kinan terdiam beberapa detik menatap mata Adrian.

“heh jelek kenapa bengong???” Adrian mengagetkan lamunan Kinan tentang dirinya.

“ah iya.. iyaaa yuk foto yukkk…. Ramean sama mereka” Kinan mengalihakan pembicaraan. *Akh, aneh aneh aneh*

“iyeehh oke deh tuan putri”

Acara perpisahan berjalan lancar dan sangat menyenangkan. Acara yang merupakan simbolik terakhir dari masa SMA, kisah sekolah yang tidak mungkin terganti dan diduakan. Keceriaan serta kenangan yang melekat dalam kalbu yang akan dikenang nanti di kala tua tentang kisah masa remaja yang indah. Dimana semua orang akan mengalami masa ini, masa tepat di depan gerbang kedewasaan.

Kinan dan teman-temannya masih berada di gedung aula sekolah sampai sore hari seakan hari ini tidak akan pernah berakhir. Sekitar pukul 5 sore murid-murid mulai meninggalkan gedung sekolah. Kinan menuju ke mobilnya yang terparkir di lapangan sekolah. Dijalan Kinan menuju ke sana, ia bertemu Adrian yang tadi hilang ditengah acara perpisahan.

“Adrian, lo masih disini? Gue kira lo udah pulang dari tadi. Ya gue tau lo gak suka keramaian kan? Tapi sebenernya seru tau pesta kita…….”

“sssttttttttttt… ada yang mau gue omongin, lo bisa diam dulu gak sih?” Adrian memotong pembicaraan Kinan.

“oh… oke. Maaf ya ad, mau ngomong apa?” ucap Kinan lirih.

“Nan, gue seneng banget bisa temenan sama lo selama ini, gak kerasa banget ya kita udah mau lulus. Gue ada berita bagus.” Kata Adrian. Dari mata Adrian, Kinan tahu bahwa ini bukan berita yang sangat bagus.

….gue bakal ke Perancis sepertinya, gue mau sekolah arsitek disana, ya sih masih lama mulai sekolahnya, tapi bokap gue bilang lebih baik gue kesana dulu sambil adaptasi sama lingkungan” mata Adrian berkaca-kaca serasa ini bakal menjadi pertemuan terakhirnya dengan Kinan.

…kok lo diem aja Nan?”

“eh? Wah bagus dong. Ntar kalo udah disana jangan lupa sama gue ya!! Bawain gue oleh-oleh yang banyak! Oke?” Kinan menyambut dengan senang walau hatinya masih bingung untuk bahagia atau sedih. *aku takut kamu pergi dari aku, hush apaan sih aku ini*

“hahaha iyaaa iyaaaa….”

“emng kamu kapan berangkatnya?”

“mungkin minggu ini…mungkin.”

Sepulang dari perpisahan Kinan langsung mandi dan melanjutkan lamunannya dikamar. Fikirannya menerawang jauh, otak dan hatinya seperti berjalan ke lain arah.Hatinya tidak tenang dengan kabar akan kepergian Adrian ke Perancis. Tapi perasaan ini, perasaan yang sangat familiar namun Kinan bingung mendeskripsikannya, perasaan rindu, sedih, khawatir, dan bahagia. Perasaan galau tengah mengahantui Kinan malam itu, ia selalu takut untuk jatuh cinta. *kata orang sih, kalo jatuh cinta itu selalu deg deg-an. Akh aku kan gak deg-deg an kalo ketemu sama Adrian*

Sepanjang malam itu Kinan berusaha menampik segala kegalaunya dengan menggunakan logikanya bahwa cinta itu belum pantas menyinggahi dia. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk pacaran hanya setelah lulus SMA.

Keesokan paginya ia mendapat BBM dari Adrian.

Adrian : Met pagi princess…. Ketemuan yuukkk…

Kinan W G : oke. Tempat buryam biasa yaaaa… sekarang! Gue lagi ngidam HEHE

Kinan dan Adrian bertemu di Bubur Ayam langganan mereka. Kinan sedikit merasa aneh dengan dirinya yang gugup untuk bertemu Adrian. Mata Adrian focus kearah Kinan, Kinan merasakan mata Adrian sangat hangat. Ini bukan kali pertama Kinan merasa kehangatan dengan memandang Adrian, tapi saat ini berbeda. Kinan seperti tidak ingin melepaskan pandangannya, dan begitu juga Adrian.

“Oke Nan, gue memutuskan………” Adrian membuka pembicaraan sembari menunggu pesanan mereka datang.

“memutuskan apa?”

“kan bentar lagi gue berangkat, nah hari-hari sebelum gue berangkat. Gue pengen ngabisin bareng lo aja. Dan lo harus mengiyakan. Gue udah kontrak lo sama tuhan! Hehee”

*ummm I hope It’ll forever….* bisik Kinan dalam hati.

“apa-apaan sih Kinan?” tiba-tiba Kinan menjerit

“Kenapa Nan? Kok ngejerit-jerit gitu? Lo setuju kan?” Tanya Adrian. *upsss.. stupid banget gue*

“hehehe sorry, itu pikiran gue dalem hati keceplosan… iya dong gue mau, masa gue gamauu seneng banget malah! Tapi…. Berarti lo full nraktir gue dong? Hihihii….”

“jiaahhh eluuu.. oke deh kalo mahal bayar sendiri ya!”

Selama 5 hari sebelum keberangkatan Adrian ke Perancis, Kinan dan Adrian memiliki super quality time bersama. Kinan sangat senang ditemani Adrian setiap harinya. Mereka keliling-keliling kota setelah Kinan pulang les persiapan SNMPTN. Kinan menyadari perasaannya kepada Adrian sangat mungkin adalah cinta, tapi ia terus menampik perasaan yang begitu nyata.

Sampai suatu siang saat Adrian menjemput Kinan dari tempat les, Adrian ditelfon Vika, mantan kekasih Adrian. Vika menelpon Adrian selama 10 menit, dan dari situ Kinan merasa dadanya seperti terbakar, walau ia tidak tau apa yang dibicarakan Adrian dengan Vika ditelfon, suara Vika yang terdengar sayup-sayup dari speaker handphone Adrian sudah sangat membuat Kinan kesal.

“Eh, sorry tadi Vika nelpon cuman tanyain kabar aja, nanya-nanya gitu lah”

“oh…terus kenapa? Apa urusannya sama gue?” ucap Kinan sedikit kesal.

“wait wait wait… ada apa nih? Kok tuan putri ngamuk?” Adrian sedikit bercanda untuk mencairkan suasana yang sedikit tidak enak.

“hah, gak apa kok..”

“hahahahaaa… masa lo jealous sih jelek?”

“ih apa sih ga jealous juga, Cuma lagi kepanasan aje.”

“a-l-i-b-i”

Hari-hari berlalu, akhirnya hari keberangkatan Adrian tiba, saat itu Kinan mengantarkan Adrian ke bandara. Hati Kinan sangat sedih ketika itu, Kinan akan merasa sangat rindu sekali dengan Adrian. Cuaca yang cerah tidak membantu hati kinan untuk tersenyum mengantar kepergian Adrian ke Perancis. Kinan tau, Perancis merupakan tujuan besar Adrian, seharusnya Kinan tidak boleh sesedih itu. Kinan hanya tidak tau bagaimana hari-harinya ketika Adrian pergi. *pasti gak ada lagi yang ngasih nasehat unik bin ajaib pas gue lagi galau, pasti gak ada lagi yang sering marahin gue sebaik Adrian, pasti gak ada lagi Adrian-gue, gonna miss you so much, dearest*

Setelah Adrian pergi, hari-hari Kinan diisi dengan belajar dan belajar demi masuk UI, impian dia selama ini. Kinan serius dalam belajar materi demi materi. Kinan akhirnya berhasil masuk ke UI dengan sukses, giatnya belajar dan berdoa akhirnya dibayar setimpal dengan lolosnya dia di UI.

Kinan akhirnya berkuliah di UI. Ia sangat berdedikasi dengan studinya. Kerinduan Kinan akan Adrian masih sering dirasakan. Walau Kinan sudah beberapa kali pacaran namun selalu putus ditengah jalan. Komunikasi Kinan dengan Adrian hanya melalui twitter dan itupun sangat jarang, semenjak di Eropa Adrian tidak menggunakan Blackberrynya lagi. Terkadang Kinan sudah melupakan Adrian, namun pasti ada momen dimana ia sangat merindukan Adrian.

Tiba-tiba Kinan mendapat email dari Adrian, email dari Adrian sangat membuat Kinan senang sekali, dikala ia sedang lelah-lelahnya menulis skripsinya. Seperti hujan yang datang di tengah kemarau yang panjang, sepenggal tulisan Adrian menjadi obat untuk hatinya yang sedang kritis merindu Adrian.

Dear Kinan,

Hei, I miss you so damn!! Gue disini sehat-sehat aja alhamdulilah. Gue harap kapan-kapan lo kesini ya jengukin gue, ntar kita jalan ngelilingin paris! Pasti lo pengen kan ketemu sama si Eiffel, Eiffel juga mau tuh ketemu sama lo, tadi dia bilang sama gue. Hehehe^^v

Last but not least hun, semangat ya! Idup di Jakarta baek-baek ya, jangan lupa solat sama makan yang teratur. Jangan males!

NB: gue tebak nyokap gue lupa kasih kado yang gue siapin buat lo wktu itu. Kalo ada waktu ambil itu di rumah gue ya.

Love, Adrian

Kinan langsung membalas email itu berharap dapat melakukan komunikasi yang intensif dengan Adrian saat itu, namun Adrian tidak membalas email balasan dari Kinan. Ketika libur semester, seperti biasa Kinan pulang ke Lampung. Kinan menyempatkan diri mampir ke rumah Adrian, ia sangat penasaran sekali dengan kado yang diberikan oleh Adrian.

Kinan disambut baik di rumah Adrian karna mamanya Adrian sudah kenal dengan Kinan,. Mamanya Adrian juga meminta maaf karna sampai lupa memberikan kado yang sudah mendekam 3 tahun tak tersentuh di kamar Adrian.

Kado itu terbungkus rapih, dengan kertas kado bergambar menara Eiffel yang bertulis Je T’aime. dengan polkadot berwarna hitam putih.

Sepulangnya Kinan dari rumah Adrian, Kinan sudah tidak sabar untuk membuka kado dari Adrian. Ketika dibuka bungkus kado nya, ternyata ada lapisan bungkus kado lainnya dibawah bungkus kado yang paling atas. *huh dasar tukang ngerjain nih* Kinan kembali merobek bungkus kado lapis demi lapis dengan hati-hati. hingga ke paling bawah kinan membuka Kotak yang berisi bunga Edelweis dan ada notebook kecil serta sebuah surat.

Waktu itu lo bilang sama gue bahwa lo gak suka sama bunga karna mudah layu kalo udah dipetik, jadi gue kasih lo bunga edelweiss karna edelweiss bunga abadi dan gak akan layu, sekarang udah suka bunga belum? hehe

Oh iya, ada notebook lagi, itu notebook isi segala keluhan gue selama masa SMA sama lo! Hehehe,ada quote salah satu film Stephen Spielberg bilang “keluhan itu hanya dapat di lontarkan ke atasan kamu” dan karna gue ga punya atasan atau bawahan, tapi yak! Gue pemimpin, pemimpin dari perusahaan besar yang bernama Adrian. Jadi gue tuliskan semua keluhan gue di dalam notebook itu. Karna lo tuan Putri gue, jadi lo boleh baca keluhan-keluhan gue. Tapi, sebelum baca.. gimana akhirnya ntar, lo gak boleh benci sama gue… hehehe oke?

I love you Kinan…

Setelah membaca surat tersebut, Kinan deg-deg an seperti jantungnya mencoba keluar dari dadanya, andai saja tulak rusuk bukan tuhan yang membuat mungkin jantungnya sudah keluar dari dadanya karna tak sanggup menahan hormone eksitosin yang sedang bekerja terlalu keras. Dibacanya lembar demi lembar diari Adrian. Tanpa diperintah air mata Kinan jatuh, air mata bukan merupakan tanda kesedihan atau duka. Namun air mata kebahagiaan karna cintanya terbalas.

Ada satu amplop yang masih sangat bagus, dan Kinan fikir amplop ini baru dimasukan dalam minggu ini, bau kertas masih sangat tercium, dan bertuliskan “Let’s Meet In Paris”.

Dibukanya amplop itu, dan ternyata didalamnya berisi satu tiket pesawat ke Paris. Ia tersenyum, dan berkata “Let’s meet, Adrian”

 

write, read, love. Template by Ipietoon Cute Blog Design